TRAGEDI BERDARAH KORBAN 40.000 JIWA DI SULAWESI

Rp0.00

Untuk membahas topik tentang perjalanan masa lalu dan proses kejadian sesuatu yang sangat bersejarah
dan sangat sukar terlupakan oleh rakyat di Mandar pada khususnya dan umumnya di Sulawesi Selatan, yaitu:
Tragedi Berdarah Korban 40.000 jiwa di Sulawesi Selatan yang didalamnya termasuk Tragedi Berdarah Korban
Pembantaian di Mandar yang terkenal dengan istilah Panyapauan di Galung Lombok yang artinya pembersihan
yang terjadi di Galung Lombok oleh keganansan Pasukan Wasterling Belanda. pada tanggal 2 Pebruari 1947 didalam
masa perjuangan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Category:

Description

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dengan memanjatkan segala puji dan rasah syukur kehadirat Yang Maha Kuasa karena dengan terbitnya buku ini yang ditulis oleh sdr. H.Ahmad Asdy dari Yayasan Mahaputra Mandar yang berjudul Tragedi korban 40.000 jiwa di Sulawesi. Beranjak dari sebuah kata yang bijak Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai akan para pahlawannya dan dalam semangat yang mendasari gerak langkah anak-anak bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaannya ,yang berangkat dari sebuah ketulusan hati tampa pamrih , mereka kemudian mengorganisir diri dalam berbagai barisan gerakan perjuangan mengusir penjajah sebagaimana yang pernah terjadi di Mandar ,dengan adanya apa
yang disebut dengan Kelasykaran Kebaktian Rahasia Islam Muda (Kris Muda) Mandar dan berlanjut dengan munculnya Barisan Tentara Keamanan Rakyat yang disingkat TKR yang merupakan cikal bakal lahirnya Tentara Nasional Indonesia yang disingkat TNI, penjelmaan ini atas adanya dekrit Presiden Republik Indonesia tertanggal 5 Oktober 1956 dan dengan semangat juang yang popular dengan sebutan Semangat dan Nilai-nilai Juang 45.

Dalam era Reformasi ini, satu hal yang hampir terlupakan adalah bahwa sesungguhnya Negara Republik Indonesia ini dibangun atas perjuangan dan perlawanan anak-anak Bangsa yang dengan sukarela mempertaruhkan jiwa dan raganya mengantarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke titian emas proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai generasi pelanjut dari generasi terdahulu saya sangat merespon dengan terbitnya buku ini , yang berjudul Tragedi berdarah korban 40.000 jiwa di Sulawesi sebagai sebuah usaha yang bertujuan untuk kita dapat berpartisipasi guna turut serta memberikan penghargaan sebagai sebuah ungkapan dari rasa tanda berterima kasih atas jasa dan pengorbanan kepada para pahlawan yang telah gugur sebagai
kesuma Bangsa.

Salah satu ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan dimaksud ,yaitu dengan mendekomentasikan dalam bentuk peringatan dan penulisan sejarah perjuangan serta latar belakang kehidupan dan perjuangannya. Hal ini dimaksudkan agar kita semua yang telah menikmati hasil perjuangannya tidak melupakan nilai-nilai perjuangan mereka serta para pahlawan yang telah dengan relah
mengorbankan segala kesenangan jasmani dan rohani bahkan jiwa dan raga demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik
Indonesia tercintai. Akhirnya saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada sdr.H.Ahmad Asdy yang telah berupaya dengan segala daya untuk menyusun buku ini .walaupun didalamnya masih akan terdapat berbagai kesalahan
sebagai sebuah keterbatasan dari seorang hamba Allah . Amin

Penulis: H. Ahmad Asdy
Editor: Dr. Anwar Sewang, M.Ag
Staff Penulis
Hj. Wahdiah AM, S.Pd
Sartika AM
Adelia AM

ISBN: 978-602-0923-93-2
Copyright © 2018

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “TRAGEDI BERDARAH KORBAN 40.000 JIWA DI SULAWESI”

Your email address will not be published. Required fields are marked *